09/04/26

Tabungan Membawa Keberuntungan

Di sesuah rumah sederhana di pinggir kota, hiduplah seorang anak kecil bernama Dira. Dira berusia delapan tahun, mata bulatnya selalu bersinar ketika ia menemukan sesuatu yang baru. Setiap sore, setelah pulang sekolah, Dira menurunkan tasnya di sudut kamar, mengambil kotak tabungan berbentuk kaleng bunga-bunga, dan memasukkan koin-koin yang ia kumpulkan: satu koin seribu, dua koin seribu, dan kadang‑kadang selembar uang kertas kecil sisa uang saku sekolah.

“Semoga lekas penuh, nanti bisa beli buku yang kuinginkan,” gumamnya sambil menggesekkan jari kecilnya di permukaan logam yang berkilau. Tabungan itu bukan sekadar angka; ia adalah harapan Dira untuk menembus dunia yang selama ini hanya ia lihat lewat jendela rumah.

30/03/26

Sampai Fajar di Puncak

Mila tidak pernah menyangka akan menghabiskan akhir pekannya di tengah hutan pinus tanpa sinyal, tanpa kopi susu kekinian, dan tanpa teman.

Semua berawal dari janji Sasha, sahabatnya, yang tiba-tiba membatalkan acara dua jam sebelum keberangkatan.

“Mila, maaf banget, aku sakit perut,” kata Sasha lewat pesan singkat.

“Tadi pagi masih sehat-sehat aja!”

“Iya tiba-tiba. Kamu tetep jalan aja, grupnya udah oke kok, aku udah kasih tahu panitia kalau kamu gantiin aku.”